5 Mitos tentang Sunscreen yang Perlu Diluruskan


Semenjak banyak orang mulai mengerti akan pentingnya pemakaian sunscreen, tidak sedikit rumor-rumor efek buruk pemakaian sunscreen beredar. Eits, jangan gampang percaya ya, beauties. Kamu harus cross check terlebih dahulu agar tidak kemakan hoax-hoax yang bertebaran. Setelah kami rangkum, setidaknya ada lima informasi yang perlu diluruskan tentang pemakian sunscreen.


Simak sampai abis, ya!



1. Sunscreen menyebabkan kanker kulit

Rumor yang belakangan ini mencuat di masyarakat adalah suncreen bisa menyebabkan kanker kulit. Benarkah itu? Jawabannya adalah mitos.


Faktanya, pemakaian sunscreen membantu menghalau paparan sinar matahari penyebab kanker kulit. Di lansir pada laman skincancer.org penggunaan tabir surya SPF 15 sampai dengan SPF 50 setiap hari secara teratur dapat mengurangi risiko squamous cell carcinoma (SCC) sekitar 40 persen, dan menurunkan risiko melanoma hingga 50 persen.


Selain meminimalisir kanker kulit, sunscreen juga membantu mencegah penuaan kulit atau photoaging yang disebabkan oleh sinar matahari, seperti kerutan, kendur dan bintik-bintik penuaan.



2. Sunscreen waterproof tidak perlu reapply

Jika ada label waterproof pada kemasan sunscreen, kamu perlu sedikit curiga. Pasalnya, tidak ada sunscreen yang waterproof karena semuanya akan terbilas dan hilang. Sekarang ini, sunscreen memiliki katergori water resistant, yang mampu bertahan beberapa menit di dalam air (ketika berenang). Kendati demikian, sunscreen tetap harus dipakai kembali atau reapply setelah kamu selesai melakukan aktivitas di dalam air. Idealnya, kamu perlu aplikasikan kembali segera setelah sunscreen terkena air ataupun keringat.


Jangan sampai malas reapply ya, beauties.


3. Gak perlu sunscreen kalau foundation sudah ada SPF

Kamu pasti sudah pernah lihat ataupun menggunakan beberapa produk make-up seperti fondation, BB dan CC cream yang mengandung SPF. Meski begitu, kecil kemungkinan jumlah pemakaian make-up kamu bisa mencapai angka SPF yang tertera pada kemasan, sehingga proteksi kulit akan sinar UV tidak begitu optimal.


Maka dari itu, pastikan untuk tetap memakai sunscreen sebelum merias wajah ya. Dan jangan lupa bersihkan make-up kamu dengan benar dan sesuai agar mengurangi risiko dari kondisi kulit yang tidak diinginkan, seperti flek coklat.



4. Tidak perlu sunscreen saat mendung atau dingin

Jika kamu bertanya-tanya, kapan waktu terbaik untuk menggunakan sunscreen? Maka jawabannya adalah setiap hari! Hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk investasi perawatan kulit adalah menggunakan sunscreen 30 menit sebelum pergi ke luar rumah.

Bahkan di saat cuaca mendung atau dingin sekalipun, faktanya, 80 persen radiasi UV matahari bisa mencapai bumi, yang artinya kulit kita masih rentan akan paparan sinar matahari yang bisa menyebabkan kerusakan kulit.



5. Sunscreen SPF 50 mampu bertahan seharian tanpa reapply

Berapapun banyaknya atau tingginya SPF sunscreen yang kamu gunakan, mengoleskan sunscreen setiap dua atau tiga jam sekali tetap diperlukan.


Dijelaskan bahwa angka SPF menunjukkan berapa kali lipat perlindungan yang kita dapat dari suncreen, bukan seberapa lama sunscreen bertahan, apalagi jika sunscreen sudah terkena air atau keringat. Jadi, tidak ada sunscreen yang mampu melindungi kulit seharian ya, girls. Semuanya perlu diaplikasikan kembali setiap dua atau tiga jam setelah pemakaian pertama.


Baca juga: Pilih Mana, Sunscreen SPF 30 atau SPF 50?




Nah, itu dia 5 mitos atau hoax tentang pemakaian sunscreen yang perlu diluruskan. Jujur, kamu pernah percaya salah satu diantaranya gak? Kalau iya, dari sekarang kamu bisa ubah nih kebiasaan-kebiasaan yang masih menyepelekan pemakaian sunscreen. Jangan lupa lindungi kulit yang tidak tertutup pakaian dengan sunscreen ya, beauties.