Faktor dan Ciri-ciri Penuaan Kulit


Bukan hanya proses penuaan natural karena umur, penuaan kulit bisa terjadi karena berbagai faktor dan alasan. Penuaan adalah proses yang bisa didorong oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik secara progresif yang menyebabkan hilangnya struktur dan fungsi kulit. Meski umur tidak bisa dihentikan, penuaan kulit bisa di"perlambat" dan diatasi dengan beragam cara, mulai dari kebiasaan sehari-hari dan juga perawatan kecantikan.


Yuk, kita pelajari apa saja faktor-faktor penyebab penuaan kulit!


Faktor Intrinsik

Penuaan intrinsik kulit adalah proses penuaan yang tak bisa dihindarkan karena melibatkan proses alami seperti faktor genetik dan perubahan hormon.


Contohnya, seperti perbedaan pigmentasi kulit individu dengan individu lainnya, beberapa orang dengan level pigmentasi tinggi lebih "terlindungi" dari kondisi photoaging, penuaan yang diakibatkan oleh sinar matahari.


Selain itu, berjalannya waktu dan bertambahnya usia sudah pasti menyebabkan perubahan pada tubuh; berkurangnya kolagen dan kadar air, yang secara signifikan mempengaruhi penipisan struktur kulit seseorang. Hal ini menyebabkan kulit cenderung lebih kering, kurang elastis, rentan terhadap infeksi, dan memunculkan garis-garis halus seperti smile lines, dan frown lines.


Faktor Ekstrinsik

Selain faktor yang terjadi karena proses alami, penuaan juga bisa diperburuk oleh faktor ekstrinsik yang memiliki tingkatan berbeda yang secara sadar atau tidak dilakukan oleh individu; hal ini dikarenakan faktor ekstrinsik berkaitan dengan gaya hidup seperti diet, tidur, polusi lingkungan, sinar matahari, pergerakan yang berulang seperti ekspresi wajah, dan kesehatan secara keseluruhan.


Beberapa orang mungkin masih menyangkal faktor luar juga bisa menyebabkan dan memperburuk penuaan kulit, dikutip pada International Journal of Cosmetic Science, faktor ekstrinsik memiliki dampak signifikan pada penuaan kulit, seperti:


Pengaruh gaya hidup

Kulit dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan. Peningkatan pada suhu kulit dapat menggandakan penguapan air yang bisa menghilangkan kadai air. Suhu rendah membuat kulit kaku dan kering, beberapa jenis obat juga mempengaruhi kulit. Berdasarkan masalah ini, Anda perlu memperhatikan kelembapan kulit Anda. Jangan sampai kulit Anda dehidrasi dan mengalami kekeringan.


Namun, hingga saat ini, dua faktor terbesar yang sangat berdampak pada kulit adalah kebiasaan merokok dan paparan sinar UV.

  • Dampak rokok pada kulit

Merokok menyebabkan kerusakan kulit karena rokok mengurangi darah kapiler mengalir ke kulit, yang menciptakan oksigen dan kekurangan nutrisi dalam jaringan kulit. Jurnal menyebutkan bahwa merokok bisa menimbulkan telangiektasia (merah bintik-bintik) pada kulit. Lebih jauh lagi, Rokok menyebabkan berkurangnya serat kolagen dan elastin di kulit, yang menyebabkan kulit menjadi kendur, mengeras, dan kurang elastis. Selain itu, penyempitan pembuluh darah oleh nikotin dapat menyebabkan kerutan. Faktanya, merokok menjadi berperan besar dalam membentuk kerutan pada kulit dan terbukti sebagai faktor utama untuk penuaan dini.


  • Paparan sinar UV (Photoaging)

Tidak bosan-bosannya berbagai macam platform menyebutkan bahaya paparan sinar matahari. Jika perubahan intrinsik terjadi pada semua kulit seiring bertambahnya usia, termasuk menipisnya struktur kulit, respons imun, dan produksi keringat dan sebum. Paparan sinar matahari menyebabkan kerusakan kulit secara signifikan baik langsung, ataupun dimasa yang akan datang.


Disebutkan bahwa efek sinar matahari pada kulit sangatlah besar. Paparan sinar matahari berlebih diperkirakan menyumbang hingga 90% dari penuaan kulit yang terlihat, terutama pada mereka yang terpapar tanpa perlindungan seperti sunscree, pakian, topi atau kaca mata. Sinar matahari terdiri dari tiga jenis radiasi yang berbeda: UVC, UVB dan UVA. UVC sebagian besar terhalang oleh lapisan ozon sehingga tidak terlalu memiliki dampak untuk kulit. Selanjutnya UVB, yang bisa menembus epidermis. Sinar UVB bertanggung jawab atas munculnya eritema (kemerahan pada kulit). Sedangkan UVA memiliki tingkat radiasi seribu kali lipat lebih tinggi yang menyebabkan kulit terbakar, sehingga lama kelamaan menyebabkan kerusakan kulit. Selain itu, UVA juga menjadi pemeran utama atas photoaging, kerusakan besar pada kulit karena menyebabkan rusak dan hilangnya kolagen dan elastin, serta komponen kulit lainnya.


Guna menghindari efek buruk dari matahari, Anda wajib menggunakan sunscreen pada bagian tubuh yang tidak tertutup oleh kain ataupun pelindung lainnya. Jangan lupa aplikasikan sunscreen kembali setelah 3 jam jika Anda memiliki kegiatan di luar ruangan.


Ciri-ciri penuaan kulit

Tidak hanya sekedar garis halus pada kulit, ciri-ciri kulit yang mengalami penuaan bisa dilihat dan dirasakan, termasuk:

  • Kulit menjadi lebih kasar

  • Kulit menjadi kendur karena hilangnya jaringan elastin

  • Kulit menjadi lebih transparan, yang disebabkan oleh penipisan epidermis (lapisan permukaan kulit)

  • Kulit menjadi lebih rapuh

  • Kulit menjadi lebih mudah memar, dikarenakan oleh dinding pembuluh darah yang lebih tipis

  • Hilangnya lemak di bawah kulit di pipi, pelipis, dagu, hidung, dan area mata dapat menyebabkan tampilan kendur dan mata cekung

  • Pengeroposan tulang, sebagian besar di sekitar mulut dan dagu, dapat terlihat jelas menyebabkan kerutan pada kulit di sekitar mulut

  • Hilangnya tulang rawan di hidung menyebabkan ujung hidung terkulai dan menonjolkan struktur tulang di hidung


Kapan harus ke dokter?

Jangan sampai menunggu kulit kendur semakin parah, konsultasikan ke dokter ahli jika Anda mulai melihat dan merasakan perubahan-perubahan pada kulit atau fitur wajah Anda. Tidak selalu menampilkan kerutan, terkadang penuaan kulit bisa ditandai oleh bayangan hitam atau kantung di bawah mata hingga kulit kering.


Jika Anda menemui dokter kulit untuk mendapatkan perawatan anti-aging sesegera mungkin, akan sangat mudah bagi Anda untuk memperbaiki kerutan atau kekosongan di masa depan.



Baca juga: Sinar Matahari Sebabkan Photoaging, Kulit Kusam dan Penuaan Dini