Definisi dan Cara Mengatasi Malar Bag hingga Tear Trough Deformity


Semenjak pandemi COVID-19, mata menjadi fitur wajah yang paling menonjol dan menarik perhatian dikarenakan sebagian wajah lainnya selalu tertutup oleh masker. Selain untuk berekspresi, mata juga bisa membawa kesan yang mewakilkan seluruh penampilan wajah.


Seperti kulit pada area lainnya, kulit di bawah mata juga bisa mengalami beberapa masalah seperti dark circles, tear trough, dan lainnya. Meski terkesan sepele, penampilan dan kebugaran kulit area mata sangatlah berpengaruh pada penampilan. Lingkaran gelap dan kantung mata pastinya membuat penampilan seseorang terlihat lelah dan kusam.


Penasaran bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak!


Kondisi kulit bawah mata


Sebelum membahas cara mengatasinya, ada baiknya kita mengenal apa saja permasalahan kulit bawah mata yang sering pasien keluhkan pada dokter IORA Clinic.


Mengenal Malar Bag

Kantung mata atau malar bag seringkali menjadi sebuah "gangguan" penampilan bagi beberapa pasien. Sebenarnya, apa itu malar bag?

Malar bag adalah sebuah kondisi di mana terlihat sebuah kantung "bengkak" yang muncul di bawah mata hingga di sekitar pipi. Kondisi malar bag merupakan ciri umum penuaan wajah bagian tengah yang membuat penampilan wajah menjadi lebi tua dan lelah.


Mengenal Tear Trough Deformity

Tear trough deformity adalah kondisi bawah mata di mana adanya sebuah lingkaran atau cekungan hitam di bawah mata. Sama seperti malar bag, tear trough deformity sering kali disebutkan sebagai tanda penuaan yang membuat penderita terlihat dan merasa lebih tua dari usia sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh penipisan kulit dan hilangnya elastisitas kulit karena bertambahnya usia. Penuaan kulit inilah yang menyebabkan mata terlihat memiliki cekungan dan kandur. Tear trough deformity biasanya terlihat dari bawah mata hingga ke pipi bagian atas yang memberikan kesan lelah dan letih.


Penyebab Malar Bag dan Tear Trough Deformity

Ketika seseorang memiliki mata panda, kekurangan jam tidur atau begadang dianggap menjadi faktor yang paling umum. Sayangnya, malar bag dan tear trough deformity memiliki penyebab yang lebih kompleks daripada jam tidur. Dua kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk gaya hidup yang kurang sehat (merokok, minum alkohol), penuaan kulit, sampai dengan genetika (turun-temurun). Sayangnya, kondisi malar bag dan tear trough deformity tidak bisa diatasi ataupun ditutupi oleh riasan wajah karena penampilannya yang menonjol. Bukan hanya perbedaan warna, malar bag dan tear trough deformity terjadi karena mengendurnya otot di wajah (otot orbicularis), yang membantu menutup kelopak mata, kulit dan kompartemen lemak, yang pada akhirnya meninggalkan sebuah kekosongan atau 'lubang' pada bawah mata.


Filler bawah mata

Jika kondisinya masih bisa diatasi oleh perawatan yang sederhana, filler bawah mata biasanya direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan ini. Filler bawah mata juga bisa disebut sebagai non-surgical blepharoplasty, yang memanfaatkan injeksi hyaluronic acid untuk mengatasi beberapa kondisi, seperti tear through deformity sekaligus malar bag.


Dengan teknik khusus yang dijalankan oleh dokter ahli, filler bawah mata menjadi pilihan efektif untuk memulihkan kondisi bawah mata seperti mengembalikan volume yang hilang dan juga mengurangi kantung mata yang terlihat bengkak sehingga penampilan bawah mata kembali terlihat segar dan muda. Dengan waktu pengerjaan sekitar 20 menit, filler bawah mata tidak memiliki downtime dan hasilnya bisa terlihat dan dirasakan langsung setelah melakukan prosedur.



Mengatasi malar bag dan tear trough deformity dengan filler bawah mata di IORA Clinic bersama dokter Edwin Tanihaha
Filler under eyes to dissolve malar bag and tear trough deformity