Keringat Berlebihan? Kenali Kondisi Hiperhidrosis

Keringat berlebihan merupakan kondisi umum dan dapat mempengaruhi seluruh tubuh atau beberapa area tertentu. Kondisi ini bisa membaik seiring bertambahnya usia tetapi ada juga yang perlu dibantu oleh perawatan dokter.

Pernahkah Anda merasa bahwa keringat yang dikeluarkan tubuh Anda berlebihan? Telapak tangan basah, beberapa area di baju basah, ataupun sering kali berkeringat ketika melakukan kegiatan ringan. Tahukah Anda? bahwa kondisi keringat berlebih ini disebut dengan Hiperhidrosis.


Pengertian Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi di mana tubuh berkeringat secara berlebihan. Kondisi hiperhidrosis ini biasanya paling aktif di tangan, kaki, ketiak, dan selangkangan karena konsentrasi kelenjar keringat yang relatif tinggi. Hiperhidrosis terdiri dari dua jenis yaitu, hiperhidrosis fokal (primer), ketika keringat berlebih terjadi pada lokasi tertentu seperti hiperhidrosis palmoplantar adalah keringat berlebih pada telapak tangan dan telapak kaki. Dan juga hiperhidrosis umum (sekunder), keringat berlebihan yang terjadi di seluruh tubuh.

Pada sebagian orang, hiperhidrosis mungkin terjadi sejak lahir. Sebagian lagi mungkin terjadi seiring berjalannya waktu. Namun, sebagian besar kasus keringat berlebih ini cenderung dimulai saat seseorang menginjak masa remaja.


Gejala Hiperhidrosis


Hiperhidrosis didefinisikan sebagai keringat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Serangkaian keringat berlebih terjadi pada waktu yang tidak menentu tanpa alasan yang jelas. Meski tidak berbahaya, hiperhidrosis fakatnya berdampak pada kehidupan sosial atau aktivitas sehari-hari individu. Adapun gejala dari hiperhidrosis diantaranya :

  • Telapak tangan yang lembap atau basah

  • Telapak kaki yang lembap atau basah

  • Sering berkeringat ketika melakukan aktivitas ringan

  • Keringat seringkali membuat basah pakaian


Penyebab Hiperhidrosis

Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri. Sistem saraf secara otomatis memicu kelenjar keringat ketika suhu tubuh sedang naik. Lebih lanjut, berkeringat juga biasanya terjadi saat seseorang gugup, terutama pada telapak tangan. Penyebab dari hiperhidrosis itu sendiri terbagi menjadi hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer (esensial) adalah bentuk yang paling umum di mana keringat terjadi karena saraf yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal pada kelenjar keringat menjadi terlalu aktif, meskipun tanpa dipicu oleh aktivitas fisik atau kenaikan suhu. Ketika dalam keadaan tertekan atau gugup, keringatnya bisa menjadi lebih buruk. Jenis ini biasanya mempengaruhi telapak tangan, telapak kaki bahkan di wajah. Tidak ada penyebab medis untuk jenis hiperhidrosis fokal ini. Hal Ini mungkin terjadi karena turun-temurun, karena hiperhidrosis bisa terjadi dalam satu keluarga.


Sedangkan untuk hiperhidrosis sekunder, biasanya terjadi ketika keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis. Tipe ini jarang ditemukan karena menyebabkan keringat di seluruh tubuh si penderita. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan keringat berlebih meliputi, diabetes, gula darah rendah, serangan jantung, gangguan sistem saraf, infeksi dan lain sebagainya.


Perawatan untuk Hiperhidrosis

Segera temui dokter jika :

  • Keringat mengganggu rutinitas harian Anda

  • Berkeringat menyebabkan tekanan emosional atau penarikan diri dari sosial

  • Berkeringat lebih dari biasanya secara tiba-tiba

  • Anda mengalami keringat pada malam hari tanpa alasan yang jelas

Di IORA Clinic, kondisi hiperhidrosis bisa diatasi dengan perawatan injeksi pure toxin. Injeksi pure toxin dapat memblokir saraf yang memicu kelenjar keringat. Beberapa pasien mungkin memerlukan beberapa suntikan untuk hasil yang efektif.