Mempelajari Pengertian dan Fungsi Skin Barrier


Baru-baru ini, istilah skin barrier muncul dan sering disematkan dalam beberapa produk skincare terutama pelembap. Sebenarnya, apa itu skin barrier? Jika diterjemahkan, skin barrier memiliki arti pelindung kulit. Lalu, mengapa skin barrier begitu penting?


Jika menyimak hingga akhir, kamu akan tahu jawabannya.


Mengenal skin barrier

Sebelum mengenal skin barrier, kita perlu mengetahui anatomi kulit terlebih dahulu. Di dalam kulit manusia terdapat beberapa lapisan, yaitu epidermis, lapisan kulit terluar; dermis, lapisan tengah kulit yang terdiri dari kolagen dan elastin; dan hipodermis, yang membentuk penghalang antara kulit dan otot.


Lapisan kulit terluar, epidermis, setidaknya mengandung tiga jenis sel:

  • Keratinosit: Sel-sel ini yang membentuk “kulit” kita. Sel ini biasanya disebut sebagai dinding batu bata (bricks wall), sebuah penghalang yang terdiri dari minyak alami, ceramide, dan kolesterol, yang beperan sebagai lem yang mengikat semuanya ke dinding anti air.

  • Melanosit: Sel penghasil melanin, yang berfungsi menyerap radiasi ultraviolet dan melindungi struktur di bawahnya dari kerusakan UV. Melanin juga memberikan warna kulit alami pada kulit.

  • Sel Langerhan: Bertugas untuk membantu kulit meningkatkan respons imun terhadap bakteri, jamur, dan virus.

Singkatnya, skin barrier adalah lapisan paling luar (stratum korneum) yang berperan sebagai pelindung terluar kulit. Pelindung kulit ini terdiri dari sel-sel kulit keras (corneocytes) yang diikat bersama lipid.


Fungsi skin barrier

Karena kulit merupakan organ terbesar manusia, maka, sangat penting bagi kita menjaga dan merawat kesehatan kulit agar berfungsi dengan optimal dan terhindar dari berbagai permasalahan kulit.


Secara garis besar, skin barrier memiliki dua peran, yaitu menjaga hal-hal baik masuk dan mengusir hal-hal buruk keluar. Contohnya, skin barrier mampu melindungi tubuh bagian dalam dari racun fisik (seperti polusi dan bahan kimia berbahaya) dan radiasi ultraviolet paparan sinar matahari. Selain itu, skin barrier juga membantu tubuh mempertahankan kelembapan alami dengan mencegah kehilangan air transepidermal. Ahli menjelaskan jika lapisan terluar epidermis (stratum korneum) tidak mengandung cukup air, kulit akan kehilangan elastisitas, tampak kering, kasar, dan bersisik. Kulit yang kurang terhidrasi juga tidak dapat mempertahankan penghalang kulit yang nantinya membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan eksternal atau lingkungan. Terlebih, salah satu fungsi vital dari pelindung kulit lainnya adalah membentuk penghalang yang efektif dalam menjaga air di dalam tubuh kita agar tidak keluar dan menguap, yang berisiko mengalami dehidrasi.


Tanda-tanda rusaknya skin barrier

Beberapa masalah akan timbul dan terasa jika skin barrier kita mengalami kerusakan, di antaranya :

  • Kulit terasa gatal

  • Kulit kering dan kasar hingga bersisik

  • Cenderung sensitif dan meradang

  • Rentan terinfeksi bakteri atau jamur

  • Dehidrasi, kulit kusam

  • Hiperpigmentasi

  • Lambannya penyembuhan luka

Meski begitu, tidak mudah untuk memutuskan apakah suatu permasalahan merupakan akibat rusaknya kulit pelindung. Sebaiknya, dapatkan diagnosis dari seorang ahli seperti dokter kulit agar mengetahui penyabab serta penanganan pastinya, ya.


Apa penyebab rusaknya skin barrier?


Secara umum, ada beberapa faktor atau kebiasaan yang bisa merusak skin barrier, yaitu:

  • Merokok

  • Kurang tidur

  • Stress

  • Diet yang kurang nutrisi

  • Polusi

  • Radiasi UV

  • Menggunakan pembersih yang menghilangkan penghalang kulit dari minyak alaminya

  • Penggunaan exfoliant fisik terlalu kasar dan keras

  • Faktor genetik yang dapat membuat individu rentan terhadap kondisi kulit seperti dermatitis atopik dan psoriasis

Tanpa kita sadari, ada beberapa hal yang mungkin sering kita lakukan yang mendorong rusaknya pelindung kulit, seperti gaya hidup yang tidak sehat dan tidak memperhatikan pemakaian runititas skincare.



Bagaimana? Apakah artikel ini menjawab pertanyaan kamu seputar skin barrier? Setelah dijelaskan, kita bisa mengetahui bahwa skin barrier atau pelindung kulit perlu dijaga dan dirawat kesehatannya. Karena, faktor kunci dari penampilan kulit sehat, bercahaya dan juga lembut adalah terawatnya skin barrier.