Rambut Rontok Hingga Botak? Kenali Alopesia Androgenik


Rambut rontok sehelai atau dua helai setiap harinya bisa jadi hal yang wajar, namun, bisa jadi menyebalkan dan stress jika kerontokan rambut berlangsung secara terus-menerus. Apalagi kalau sampai mengalami rambut tipis hingga kebotakan yang tak kunjung tumbuh kembali. Alopesia Androgenik atau kebotakan berpola, misalnya.


Yuk simak artikel ini, apa sih Alopesia Andrgonik?


Sebelum membahas lebih lanjut tentang alopesia androgenik, menurut AAD atau American Academy of Dermatology Association, rambut rontok seringnya disebabkan oleh banyak hal, antara lain : rambut rontok turun temurun, gaya rambut yang terlalu menarik rambut, umur, infeksi kulit kepala, kehamilan, pengobatan tertentu, perawatan rambut yang tidak cocok, ketidakseimbangan hormon, kebiasaan menarik-narik rambut, stress, gesekan, penyakit tiroid, psoriasis kulit kepala, hingga kekurangan zat besi, protein dan zinc.


Alopesia Androgenik atau yang disebut juga kebotakan berpola adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh perubahan level hormon androgen dan kortisol. Alopesia androgenik ditandai dengan folikel rambut yang menyusut dan mengecil. Ketika folikel rambut menjadi lebih kecil, rambut berpotensi menjadi lebih pendek dan tipis yang nantinya digantikan oleh rambut bayi (vellues hair).


Kenapa dan Bagaimana Alopesia Androgenik Terjadi?


Berdasarkan studi, siklus rambut normal terdiri dari 4 fase : fase pertumbuhan (anagen), fase transisi (catagen), fase istirahat (telogen) dan fase gugur/rontok (exogen).


Jika seseorang mengalami rambut rontok hingga muncul kebotakan, biasanya terjadi karena dua hal, yaitu : 1. Folikel rambut normal tetapi siklus pertumbuhan rambutnya abnormal

2. Folikel rambut rusak


Diagnosis dasar bisa dilihat dari riwayat onset bertahap, terjadi setelah masa pubertas, dan riwayat keluarga. Namun, karena kondisi ini berhubungan dengan hormon, alopesia androgenik pada wanita biasanya terjadi ketika dalam masa kehamilan, pengaruh obat kontrasepsi, sindrom polikistik ovarium (PCOS) yang ditandai oleh ketidakseimbangan hormon, dan juga menopause. Sedangkan alopesia androgenik pada pria biasanya terjadi akibat faktor obesitas, usia lanjut, tekanan darah tinggi dan pembesaran prostat.


Siapa yang Bisa Mengalami Alopesia Androgenik?


Baik wanita dan pria bisa mengalami kondisi kebotakan berpola ini. Faktanya, alopesia androgenik bisa terjadi pada usia belasan tahun, dan resikonya meningkat seiring dengan bertambahnya umur.


  • Pria

Pada pria, kebotakan memiliki pola yang jelas. Mulai di atas kedua pelipis yang lama kelamaan mengarah pada garis rambut hingga membentuk huruf “M” yang khas. Penelitian menyatakan bahwa 60% pria mengalami kondisi kebotakan tipe ini setelah berumur 50 tahun. Namun, mulai dari usia belasan tahun pun sudah bisa dan ada yang mengalami kondisi alopesia (kebotakan) ini.


  • Wanita

Alopesia androgenik pada wanita biasanya menyebabkan rambut menjadi lebih tipis, tetapi tidak sampai mengalami kebotakan total. Selanjutnya, kondisi ini umumnya terjadi setelah masa menopause. Faktanya, sekitar 40% wanita terdampak kondisi ini pasca-menopause.


Lebih daripada itu, baik dialami oleh pria maupun wanita, alopesia androgenik mampu mempengaruhi citra diri yang menyebabkan kecemasan berlebih hingga depresi.


Apakah Alopesia Androgenik Bisa Disembuhkan?


Kondisi alopesia androgenik merupakan kondisi permanen dan tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Tetapi, terapi atau treatment yang tepat bisa membantu. Konsultasikan kondisi Anda kepada dokter kulit untuk menentukan pengobatan dan terapi yang cocok.


Perawatan Alopesia Androgenik


Meskipun kondisi ini tidak dapat diobati sepenuhnya, tapi penanganan yang tepat dari ahli akan sangat membantu dalam mengurangi atau mencegah kebotakan yang lebih parah. Jika pergi menemui dokter, setidaknya akan disarankan berbagai macam pilihan pengobatan seperti pengobatan topikal, oral serta tindakan.


Topikal: Cosmeceutical

Untuk langkah awal, menggunakan produk perawatan rambut seperti hair tonic atau serum penumbuh rambut yang direkomendasikan oleh dokter dapat mencegah dan mengurangi kerontokan.


Oral

Jika pengobatan topikal atau dari luar belum cukup untuk menangatasinya, maka diperlukan perawatan dari dalam. Untuk mendapatkan pengobatan ini, pastikan Anda sudah melakukan konsultasi dan kesepakatan dengan dokter.


Prosedur

Beberapa orang yang mengalami kondisi ini kemungkinan sudah mengalami atau berkeinginan untuk mencegah kebotakan secara cepat. Maka dari itu, advanced treatment hadir dengan teknologi canggih sebagai jawaban dari permasalahan yang Anda alami.