Ruam dan Gatal? Ketahui Gejala dan Penyebab Dermatitis Kontak


Dermatitis kontak adalah kondisi kulit ditandai dengan ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung atau reaksi alergi terhadap suatu zat. Kondisi ini tidak menular ataupun berbahaya, namun bisa mengganggu aktivitas karena tidak nyaman.


Terdapat beberapa zat atau kandungan yang dapat menyebabkan reaksi dermatitis kontak, termasuk sabun mandi, kosmetik, wewangian, perhiasan, hingga tanaman. Untuk mengobati dermatitis kontak, Anda perlu mengetahui dan menghindari penyebab reaksi alergi Anda. Jika Anda menghindari zat penyebab, ruam biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Jika Anda mengalami ruam dan gatal secara tiba-tiba, Anda dapat mencoba menenangkan kulit Anda dengan mengompres menggunakan air dingin, krim anti-gatal, ataupun melakukan konsultasi online dengan dokter kulit.


Gejala Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak biasanya terjadi pada area tubuh yang telah terpapar langsung dengan zat penyebab alergi. Contohnya, bisa di betis yang bersentuhan dengan sebuah tanaman bunga beracun atau di pergelangan tangan yang memakai gelang jam. Ruam diakibatkan alergi ini biasanya muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar dan bisa berlangsung selama berhari hari.


Tanda-tanda lain dari dermatitis kontak, meliputi :

  • Ruam merah

  • Terasa gatal yang parah

  • Kulit kering, pecah-pecah, hingga bersisik

  • Terdapat benjolan dengan cairan dan pengerasan kulit

  • Adanya pembengkakan, rasa terbakar atau nyeri ketika ditekan

Perlu diketahui bahwa gejala atau tanda dari dermatitis kontak yang diderita individu akan berbeda, tergantung pada penyebab dan sensitivitas kulit terhadap zat pemicu.


Penyebab Dermatitis Kontak

Seperti yang sudah disebutkan, dermatitis kontak disebabkan oleh beberapa zat yang mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi kulit. Terdapat dua jenis penyebab dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.


Dermatitis kontak iritan adalah jenis yang paling umum dialami. Reaksi kulit non-alergi ini terjadi ketika suatu zat atau kandungan merusak lapisan pelindung luar kulit. Semua orang bisa mengalami ini pada paparan pertama atau paparan yang terjadi berulang-ulang. Bahan atau zat yang memicu reaksi iritasi ini seperti pada jenis pelarut, spiritus, pemutih atau deterjen, sampo, polusi udara seperti serbuk gergaji atau debu wol, tanaman, pupuk, dan pestisida.


Dermatitis kontak alergi terjadi ketika terpapar zat alergen yang memicu reaksi kekebalan tubuh, sehingga menimbulkan peradangan dan rasa gatal. Tidak hanya disebabkan oleh hal di luar tubuh seperti pemakaian perhiasan, parfum, kosmetik, deodoran, pewarna rambut, kosmetik, tanaman dan polusi udara, dermatitis kontak alergi bisa disebabkan melalui makanan, perasa serta obat-obatan oral.


Cara Mencegah Dermatitis Kontak

Langkah mudah untuk mencegah kondisi dermatitis kontak, antara lain:

  • Hindari zat atau bahan yang memicu iritan dan alergen. Cobalah untuk mengidentifikasi dan menghindari zat yang mengiritasi kulit Anda atau menyebabkan reaksi alergi.

  • Cuci dan bilas kulit Anda. Menghilangkan sebagian besar zat penyebab ruam setelah bersentuhan dengan mencuci kulit Anda adalah kemungkinan yang bisa dicoba. Gunakan sabun lembut, bebas pewangi dan air hangat dan bilas sepenuhnya.

  • Kenakan pakaian pelindung atau sarung tangan. Masker wajah, kacamata, sarung tangan, dan barang pelindung lainnya dapat melindungi Anda dari zat yang mengiritasi kulit.

  • Gunakan pelembab. Mengoleskan krim pelembab secara teratur bisa membantu memulihkan lapisan terluar kulit dan menjaga kulit Anda tetap kenyal.


Kapan harus ke dokter?

Temui dokter kulit jika Anda mengalami :

  • Ruam terasa tidak nyaman sehingga Anda kurang tidur atau aktivitas sehari-hari Anda terganggu

  • Ruamnya terasa menyakitkan, semakin parah atau meluas

  • Merasa malu dengan penampilan kulit Anda

  • Ruam tidak membaik dalam beberapa minggu

  • Ruam mempengaruhi wajah atau alat kelamin Anda