Terlihat Mirip, Ketahui Perbedaan Milia dan Syringoma

Terdengar familiar, milia sering kali dibicarakan dan menjadi permasalahan kulit umum yang sering ditemukan. Sering dikaitkan dengan benjolan putih kecil yang muncul di wajah terutama daerah mata, sebenarnya, apa itu milia? Selain milia, syringoma adalah kondisi kulit yang hampir mirip dan sering dirujuk sebagai milia. Yuk, kita ulas dan cari perbedaanya


Mengenal Milia

Menurut studi, milia adalah "mutiara" kecil berwarna putih yang bersifat temporer untuk waktu yang tidak bisa dipastikan. Milia biasanya berbentuk benjolan putih kecil seperti whitehead yang bisa muncul di kulit area manapun seperti hidung, pipi, dan dagu pada bayi. Namun, milia juga bisa menghampiri kulit orang dewasa yang seringnya ditemukan di area mata.


Penyebab Milia

Pada dasarnya, milia terjadi karena sebum dan sel kulit mati yang terperangkap di lapisan kulit luar. Selain itu, ada juga beberapa faktor pendorong lainnya seperti pelembab atau eye-cream yang terlalu berat, penumpukan sel kulit mati, dan juga tidak membersihkan riasan sebelum tidur.


Lebih lanjut, studi memaparkan bahwa klasifikasi milia dibagi menjadi primer dan sekunder. Sebagian besar milia primer terjadi secara spontan dan hadir ketika saat lahir, yang biasa nampak di beberapa bayi baru lahir. Sementara itu, milia sekunder bermanifestasi karena terdapat hubungan patologi kulit yang mendasarinya, obat-obatan tertentu, ataupun trauma kulit.



Mengenal Syringoma

Terlihat sama dan terletak di area yang mirip dengan milia, syringoma sering dirujuk sebagai milia. Padahal, syringoma merupakan kasus yang berbeda loh. Umumnya, milia dikarakteristikkan sebagai benjolan kecil berwarna putih, sedangkan karakteristik syringoma adalah papula atau bintil kecil yang lebarnya sekitar 1-3 milimeter, berwarna kuning, cokelat, atau memiliki warna sama dengan kulit. Lebih dari itu, syringoma adalah tumor jinak yang terbentuk dari kelenjar ekrin atau kelenjar keringat.


Penyebab Syringoma

Seperti yang sudah disebutkan, syringoma terbentuk dari kelenjar keringat. Lebih tepatnya, syringoma dapat muncul ketika sel-sel saluran keringat tumbuh secara berlebihan atau kelenjar keringat bereaksi berlebihan yang lalu membetuk sebuah papula atau pertumbuhan jaringan abnormal.


Tidak seperti milia yang bisa muncul pada kulit bayi dan beberapa faktor pendorong lainnya, syringoma bisa secara tiba-tiba timbul pada kulit orang dewasa. Selain itu, syringoma bisa muncul di area lain seperti leher, perut, ketiak, dan lainnya.


Perawatan Milia dan Syringoma

Baik milia dan syringoma bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan untuk kesehatan, namun, dalam estetika, dua kondisi ini sering kali mengganggu penampilan dan banyak pasien yang ingin menghilangkannya dari kulit, apalagi jika ada di wajah. Tidak bisa dipastikan kapan akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa opsi treatment yang ditawarkan untuk menangani kondisi ini secara instan dan agresif, diantaranya:


Electric cauter

Perawatan ini biasanya dilakukan dengan alat yang mirip seperti jarum bermuatan listrik untuk menangkat milia dan juga syringoma


Eksisi

Eksisi merupakan tindakan medis invasif yang bertujuan untuk mengangkat tumor jinak yang berada di jaringan kulit superfisialis



Milia dan syringoma memang terlihat mirip, namun keduanya sangatlah berbeda. Jika Anda tidak yakin dalam membedakan dan ingin menghilangkannya dengan segera, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mencari solusi terbaik.