4 Masalah Bibir dan Cara Mengatasinya


Selain mata dan hidung, bibir menjadi salah satu fitur wajah yang sering menjadi pusat perhatian. Bibir sehat dengan warna merah cerah, bertekstur halus dan kenyal masih menjadi impian banyak orang. Sama seperti kulit bagian lain, kulit bibir pun tak luput dari beberapa kondisi dan masalah yang mengganggu penampilan serta kenyamanan individu.


Kali ini, kita akan membahas 4 permasalahan yang sering terjadi pada kulit bibir. Kira-kira permasalahan apa yang kamu alami? Simak sampai bawah, ya!


1. Bibir pecah-pecah (chapped lips)

Kondisi bibir pecah-pecah ditandai oleh kulit bibir kering kerontang, bersisik, mengelupas, gatal, sampai dengan luka ringan. Chapped lips bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah cuaca dingin atau kering yang ekstrem, paparan sinar matahari berlebih, sering menjilati bibir, dehidrasi, kondisi medis, sampai dengan respon terhadap obat tertentu.


Tidak seperti kulit area lain, kulit bibir cenderung lebih tipis dan sensitif karena tidak memiliki kelenjar minyak. Itulah mengapa, kulit bibir lebih berisiko menjadi kering dan pecah-pecah. Secara medis, bibir pecah-pecah dikenal dengan istilah cheilitis, yang dapat terjadi karena kontak dengan alergen dan juga kondisi medis tertentu.


Cara mencegah dan mengobati bibir pecah-pecah :

  • Menjaga hidrasi tubuh dan kulit

  • Menggunakan lip balm atau pelembap sesuai kebutuhan

  • Memakai lip balm dan sunscreen saat di luar ruangan

  • Hindari menjilati, memainkan atau menggigit bibir

  • Jauhkan benda asing dari mulut, seperti pena, perhiasan, atau benda logam lainnya

  • Menggunakan pelembab udara

Pastikan menggunakan lip balm dengan kandungan fragrance-free (tanpa pengharum), petroleum jelly, minyak, pelembab (ceramide), dan perlindungan dari matahari.


2. Kulit bibir terbelah (split lips)

Kondisi kulit bibir terbelah mengacu pada luka terbuka yang biasanya terlihat garis lurus, selaras dengan garis-garis pada kulit bibir. Kulit bibir terbelah ini bisa disebabkan oleh bibir pecah-pecah yang berlangsung lama dan diperparah dengan perenggangan atau gerak-gerik bibir disaat kulit bibir sangat kering.


Meskipun tidak ada masalah serius, bibir terbelah bisa terasa menyakitkan hingga berdarah. Sama seperti bibir pecah-pecah, kondisi split lips terjadi karena dehidrasi, paparan sinar matahari, luka karena sering menggigit bibir, sampai dengan kekurangan vitamin dan juga mineral.


3. Penipisan bibir (thinning lips)

Kondisi lainnya yang sering terjadi namun tidak terlalu disadari adalah penipisan bibir. Bukan hanya masalah genetik, penipisan bibir bisa terjadi karena berkurangnya kolagen dan elastin pada kulit seiring bertambahnya usia. Tidak hanya itu, penipisan bibir terjdi karena beberapa faktor, termasuk paparan sinar matahari, merokok, sampai dengan kekurangan vitamin tertentu.


Berbeda dengan kondisi lainnya, penipisan bibir tidak disertai dengan rasa perih ataupun kulit kering. Penipisan bibir berdampak pada bentuk bibir yang akan terlihat kecil dan tipis. Pada sebagian orang, penipisan bibir dapat mengganggu penampilan, hingga kurangnya percaya diri.


4. Bentuk bibir asimetris (asymmetrical lips)

Kondisi bibir selanjutnya adalah bentuk bibir yang tidak rata, dikenal sebagai asymmetrical lips. Bentuk bibir asimetris biasanya dapat dilihat ketika garis bibir, baik bibir atas maupun bawah tidak lurus, atau dengan terlihatnya sudut bibir yang bentuknya berbeda, lebih pendek/ lebih besar. Kondisi bibir asimetris dipicu oleh kondisi genetik, dan tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatan lainnya.


Sama seperti penipisan bibir, bentuk bibir tidak merata tidak diikuti oleh rasa sakit ataupun luka. Kondisi ini biasanya berdampak langsung pada penampilan yang terlihat kurang selaras dengan fitur wajah lainnya.


Perawatan penipisan bibir dan bibir asimetris

Jika kamu mengalami salah satu permasalahan ini, kamu bisa memperbaikinya dengan lip filler atau filler bibir dengan dokter kulit professional.


Pertama-tama, sesi konsultasi dilakukan agar pasien dan dokter mengetahui apa yang ingin diperbaiki dan dicapai sebagai hasil. Setelahnya, pasien akan diberikan anestesi atau krim tebal untuk meminimalisir rasa sakit ketika proses filler bibir. Selanjutnya, filler bibir akan dilakukan dengan menginjeksikan hyaluronic acid pada titik yang sudah ditentukan oleh dokter.


Proses filler bibir hanya memakan waktu 15 sampai dengan 20 menit, tanpa luka dan juga waktu pemulihan. Setelah proses filler selesai, kamu bisa beraktivitas seperti semula.


Manfaat filler bibir

  • Mengembalikan dan menambah volume bibir

  • Menghaluskan bibir dan mengurangi kerutan

  • Memberikan hidrasi pada kulit bibir, sehingga menjadi lebih kenyal dan sehat



lip filler / filler bibir oleh dokter Edwin Tanihaha di IORA Dermatology Clinic Jakarta Selatan