5 Mitos Tentang Penuaan Kulit


Memiliki penampilan kulit kenyal, halus, sehat tanpa kerutan dan garis masih menjadi impian bagi setiap orang. Bagaimapun juga, tidak ada orang yang menginginkan penampilannya terlihat lebih tua daripada umur aslinya, bukan? Hal inilah yang mendorong banyak klinik kecantikan dan brand skincare menyajikan variasi "menu" untuk meremajakan kulit.


Terkait kondisi ini, nampaknya masih banyak mitos tentang penuaan kulit yang membuat kekeliruan. Nah, sekarang, mari kita ulas fakta dan mitos terkait penuaan kulit atau skin aging!


#1. Kerutan adalah tanda pertama dari penuaan

Fakta: Tidak harus dan selalu kerutan atau garis halus, tanda-tanda lain seperti munculnya dark spots, perubahan warna atau tekstur kulit, hingga hilangnya volume wajah juga bisa jadi tanda pertama dari penuaan bagi sebagian orang.


Bahkan, beberapa remaja berumur 20an sudah mengalami mata panda, kantung mata, dan garis senyum. Maka dari itu, memulai rutinitas skincare anti-penuaan sejak dini bisa membantu penampilan kulit saat akhirnya kulit mulai kehilangan kolagen.


#2. Banyaknya kerutan tergantung pada genetik

Fakta: Genetik memang berperan dalam kondisi kulit, tetapi seberapa cepat dan banyak kerutan muncul sebagian besar bergantung pada gaya hidup individu.


Jadi, meskipun genetik memiliki peranan dalam menimbulkan beberapa kondisi kulit, sejatinya penuaan kulit ditentukan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mengacu pada proses penuaan alami karena faktor lingkungan seperti sinar UV, polusi, dan juga gaya hidup seperti merokok, mengonsumsi alkohol, serta kurangnya jam tidur.


#3. Senam wajah bagus untuk mencegah kerutan

Fakta: Pergerakan dari senam wajahyang berulang dapat memaksa otot-otot berkontraksi dan menyebabkan kerutan dinamis.


Meski begitu, olahraga fisik seluruh tubuh secara teratur bisa membawa manfaat baik bagi kulit. Faktanya bisa dilihat dari orang yang rutin berolahraga seringnya terlihat lebih muda dan segar dibandingkan yang tidak berolahraga. Daripada hanya melakukan senam di wajah, sebaiknya mulai senam untuk seluruh tubuh juga ya!


#4. Suplemen kolagen bisa mengurangi kerutan

Fakta: Hilangnya kolagen memiliki peran utama dalam penuaan kulit. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti pasti kalau suplemen kolagen bisa mengurangi kerutan atau kulit kendur.


Tidak bisa dipungkiri bahwa nutrisi baik penting untuk kesehatan kulit, tetapi mengonsumsi suplemen kolagen tidak bisa begitu saja memperbaiki kulit keriput ataupun kendur. Menanggapi hal ini, beberapa penelitian menunjukkan hanya ada sedikit perbaikan penampilan yang dihasilkan oleh suplemen kolagen, tetapi penelitian ini diketahui mendapatkan sponsor dari produsen produk tertentu. Pada kenyataanya, tidak dijelaskan lebih lanjut dari bukti-bukti tersebut.


#5. Hanya Botox yang bisa mengatasi penuaan kulit

Fakta: Ada dua jenis kerutan utama, yaitu dinamis dan statis. Faktanya, Botox hanya efektif mengatasi salah satunya.


Memang benar, Botox adalah prosedur yang bisa digunakan untuk menyamarkan kerutan, khususnya kerutan dinamis seperti kerutan di antara alis, kerutan di dahi, dan kerutan di sekitar mata yang biasanya disebabkan oleh kontraksi otot yang terjadi atau gerakan wajah yang berulang-ulang.


Sedangkan untuk kerutan statis seperti kerutan leher, kekosongan di bawah mata, garis marionette, dan kerutan yang dihasilkan karena hilangnya elastisitas dan lemak di kulit lainnya adalah kondisi yang hanya bisa diatasi oleh dermal filler.


Baca juga: Ketahui Perbedaan Botox dan Filler



Nah, itulah mitos-mitos tentang penuaan kulit yang harus diluruskan. Ingat ya, tidak ada kata "terlalu cepat" untuk memulai rutinitas skincare ataupun perawatan untuk anti-aging. Mulailah invesitasi dari cara yang paling mudah seperti memakai sunscreen, menjaga gaya hidup, dan juga melakukan perawatan kecantikan dengan ahli.


Jika sudah melihat adanya tanda penuaan kulit, datang dan konsultasikan permasalahan Anda dengan dokter professional kami di IORA Clinic.