Ketahui Perbedaan Botox dan Filler

Botox dan Filler merupakan prosedur kecantikan melibatkan metode injeksi. Baik botox dan filler merupakan prosedur minimal invasif, yang berarti tidak melibatkan operasi ataupun bedah.

Istilah botox dan filler sudah sering terdengar sebagai perawatan estetika untuk mempercantik diri dan juga mempertahankan penampilan awet muda. Meski begitu, masih banyak yang belum mengetahui perbedaan diantaranya, yuk kita bahas perbedaanya melalui artikel ini!


Apa itu Botox?

Botox adalah kata dari botulinum neurotoxin, yaitu substansi yang diperoleh dari bakteri murni (pure toxin) yang telah diatur dan diformulasikan untuk memperbaiki kerutan atau garis pada wajah. Kabar baiknya, botox telah disetujui sebagai metode yang aman oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, sekaligus telah digunakan untuk menangani beberapa kasus selama beberapa dekade.


Secara singkat, cara kerja botox adalah dengan memblokir sinyal saraf otot-otot di area yang akan disuntikkan. Ketika sinyal saraf tersebut diinjeksikan pure toxin, otot akan membeku dan melemah. Dengan melemahnya saraf otot-otot tersebut, kerutan dan garis penuaan tertentu dapat dilunakkan, dikurangi, bahkan dihilangkan.


Apa manfaat perawatan Botox?

Seperti yang sudah banyak diketahui, perawatan Botox bertujuan untuk mengembalikan dan menjaga penampilan awet muda dengan memudarkan tanda-tanda penuaan kulit. Tidak bisa digunakan untuk semua jenis kerutan dan garis, Botox hanya bekerja pada kerutan yang disebabkan oleh gerakan otot, kerutan dinamis yang sering disebut "garis ekspresi". Kerutan dinamis paling sering yang bisa ditangani oleh pure toxin adalah garis-garis di wajah bagian atas, seperti garis yang timbul di antara alis, garis horizontal di dahi, dan kerutan di sekitar mata (crow's feet). Garis-garis tersebut biasanya disebabkan oleh ekspresi seperti senyum, cemberut, menyipitkan mata, dan lainnya.

Tidak hanya itu, perawatan Botox juga sering digunakan untuk permasalahan lain seperti hiperhidrosis (keringat berlebih) yang nantinya akan diinjeksikan di ketiak, dan juga pada otot rahang dapat digunakan untuk mencegah gertakan gigi.


Apa itu Filler?

Dermal filler, atau yang dikenal dengan Filler (pengisi kulit) adalah zat yang dirancang untuk disuntikkan di bawah permukaan kulit untuk menambah volume area yang sudah terlihat kendur dan kosong. Kandungan yang ada dalam filler bervariasi, meski begitu, pada umumnya, filler mengandung hyaluronic acid, zat yang terdapat di dalam tubuh manusia secara alami. Sama seperti Botox, perawatan Filler dinyatakan aman untuk keperluan estetika. Seringnya, filler dimanfaatkan untuk memperbaiki atau meningkatkan fitur wajah tanpa bedah dan waktu penyembuhan.


Secara singkat, perawatan filler biasanya diberikan kepada pasien yang menginginkan peningkatan fitur atau mengkontur wajah mereka. Selain itu, filler bekerja dengan cara mengisi volume area yang kosong ataupunmenyusut dan juga kulit kendur.


Apa manfaat perawatan Filler?

Berbagai jenis dermal filler dirancang untuk menangani berbagai tanda penuaan. Khususnya kerutan yang disebabkan oleh hilangnya kekenyalan pada wajah atau bisa dikatakan kerutan statis. Kerutan statis ini termasuk garis-garis yang ada di area pipi, leher serta rahang, tergantung pada filler apa dan bagian mana yang dipilih. Manfaat filler meliputi :

  • mengenyalkan bibir yang menipis

  • meningkatkan atau mengisi area kosong di wajah

  • mengurangi atau menghilangkan bayangan atau kerutan di bawah mata yang membuat sebuah kantung

  • memperbaiki penampilan hidung

  • mengisi atau melembutkan tampilan bekas luka yang tersembunyi

  • mengisi atau melembutkan kerutan statis, terutama pada wajah bagian bawah seperti rahang

  • memberikan efek lifting


Baca juga: Filler Bibir - Meningkatkan Volume dan Menyeimbangkan Bentuk Bibir



Perbedaan Botox dan Filler

Jika dikonklusikan perbedaan Botox dengan Filler adalah :


  • Botox: digunakan untuk membekukan otot agar menyamarkan kerutan dan garis yang disebabkan oleh ekspresi wajah. Botox biasanya digunakan di wajah bagian atas, seperti dahi dan sekitar mata.

  • Filler: menggunakan asam hialuronat untuk "mengisi" area yang kehilangan volume dan kehalusannya. Termasuk kerutan di sekitar mulut, bibir yang tipis, dan pipi yang kehilangan kekenyalannya. Filler dapat digunakan pada kerutan dahi, bekas luka, dan area lain yang membutuhkan volume ekstra untuk tampilan yang lebih halus dan kencang.


Meski Botox dan Filler adalah zat berbeda yang dirancang untuk kegunaan yang berbeda, keduanya dapat digabungkan dalam satu perawatan. Misalnya, seseorang mungkin menggunakan Botox untuk memperbaiki garis di antara mata dan Filler untuk memperbaiki garis senyum di sekitar mulut.


Catatan: Botox dan Filler merupakan perawatan kecantikan yang aman selama dilakukan oleh seorang ahli. Selain itu, hasil yang didapatkan setiap individu akan bervariasi tergantung pada permasalahan, teknik, dan jumlah kandungan yang dipakai. Konsultasikan permasalahan kulit dan juga beauty goals Anda dengan dokter profesional kami di IORA Clinic. Silahkan hubungi kontak yang tertera pada website.