Fakta atau Mitos Kulit Berminyak Lebih Rentan Berjerawat?


Tipe kulit manusia pada dasarnya dapat dibagi beberapa jenis, mulai dari kulit kering, kulit berminyak, kulit kombinasi, dan juga kulit normal. Terlepas dari jenisnya, kulit di seluruh tubuh, terutama di wajah, sudah pasti ditutupi oleh minyak yang disebut sebagai sebum.


Tahukah kamu, sebum diproduksi oleh kelenjar yang menempel di setiap pori-pori kulit. Setelah kelenjar menghasilkan sebum, minyak yang terproduksi secara perlahan-lahan akan naik ke pori-pori dan dilepaskan ke permukaan kulit. Faktanya, setiap individu menghasilkan jumlah sebum yang berbeda, karena hal inilah perbedaan jenis kulit terjadi. Meski semua jenis kulit memiliki kebaikan dan kurangannya masing-masing, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit berminyak adalah jenis kulit yang paling rentan mengalami jerawat. Menurut penelitian ilmiah, semakin berminyak kulit, semakin tinggi pula kemungkinan timbulnya jerawat.


Simak sampai habis untuk mengetahui fakta selanjutnya!


Fungsi Sebum

Minyak kulit, terutama di wajah sering kali dianggap buruk untuk beberapa orang, padahal sebum atau minyak di kulit ini memiliki fungsi baik. Salah satu fungsi sebum pada kulit adalah membantu mencegah kehilangan air dari kulit atau bisa dibilang menjaga hidrasi kulit. Selain itu, sebum dapat melindungi kulit dari mikroorganisme, serta dapat mencegah beberapa jenis peradangan kulit. Namun, sebum/minyak yang terlalu banyak atau berlebihan bisa menyebabkan permasalahan kulit seperti jerawat, terutama jika minyak mengandung kotoran atau bakteri buruk yang menyebabkannya iritasi pada pori-pori. Sebenarnya, belum diketahui secara tepat bagaimana sebum berkontribusi terhadap bertumbuhan jerawat, tetapi seperti banyak kasus yang terjadi, penelitian menunjukan bahwa semakin banyak total sebum yang dimiliki seseorang, semakin rentan orang tersebut mengalami jerawat.


Jenis-jenis tipe kulit

Secara garis besar, tipe kulit terbagi menjadi empat, yaitu:


  • Dry skin / kulit kering : ditandai dengan sensasi kering dan sedikit menarik. Jika terlalu kering, biasanya akan terlihat seperti bersisik, terjadi pengelupasan atau terasa gatal.


  • Oily skin / kulit berminyak : dikarakteristikkan dengan terlihatnya kilang minyak hampir di area muka, termasuk muka bagian atas (dahi) dan muka bagian bawah (pipi, hidung, dagu). Selain itu, kulit berminyak ditandai dengan terlihatnya pori-pori yang cukup besarpada wajah.


  • Combination skin / kulit kombinasi : seseorang dengan kulit kombinasi memiliki kulit kering, normal, dan berminyak di berbagai area wajah. Ciri-ciri kulit kombinasi biasanya memiliki kulit berminyak di area dahi, hidung, dan dagunya ( T-zone), dan cenderung normal atau kering di area pipi.


  • Normal skin / kulit normal : halus, tanpa minyak berlebih ataupun tanda-tanda kekeringan. Pori-pori tidak terlihat dengan jelas dan besar.


Mitos atau fakta kulit berminyak lebih rentan berjerawat dibandingkan kulit normal?

Jawabannya adalah fakta. Pendapat ini didukung oleh sejumlah penelitian yang mengatakan adanya hubungan antara peningkatan produksi minyak kulit dengan perkembangan jerawat. Dengan kata lain, kulit yang lebih banyak memproduksi atau memiliki minyak kulit cenderung mengalami permasalahan jerawat. Meski begitu, penelitian menyebutkan bahwa sebum bukan satu-satunya penyebab pertumbuhan jerawat. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan komposisi kimia yang terkandung dalam sebum individu.



Baca juga: Jerawat - Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya



Perlu diketahui, pertumbuhan jerawat disebabkan oleh banyak hal, termasuk sebum, inflamasi, adanya bakteri pada kulit, dan juga sel kulit mati. Semua hal yang telah disebutkan berkontribusi dan saling mempengarhui terhadap perkembangan jerawat. Misalnya, peningkatan produksi sebum dapat merangsang pertumbuhan bakteri, yang nantinya memicu peradangan dan jerawat.


Tips melindungi kulit berminyak dari jerawat

Selain faktor genetik, tipe kulit berminyak juga bisa dipicu oleh gaya hidup yang setidaknya bisa diminimalisir. Di antaranya:

  • Mencuci wajah dengan rutin dua kali sehari

  • Batasi konsumsi gula dan makanan berkarbohidrat tinggi

  • Tidur dan beristirahat dengan cukup di bawah jam sepuluh malam

  • Memakai produk skincare atau makeup yang bertuliskan non-comedogenic