Jerawat - Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


sumber gambar : freepik.com

Sudah tidak asing lagi, jerawat adalah permasalahan kulit yang paling umum dialami oleh banyak orang hampir di seluruh dunia. Sebuah survei pada September 2020 menobatkan jerawat sebagai masalah kulit yang paling sering dialami oleh wanita Indonesia, bahkan meduduki posisi paling atas dengan persentase 29.9%. Tidak hanya wanita, dan remaja, orang dewasa dan pria juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami masalah ini.


Karena sering dan kompleksnya kasus jerawat, pernahkah Anda bertanya-tanya apa penyebab jerawat? atau tipe jerawat apa yang Anda alami, dan bagaimana cara menghilangkan jerawat? Mari kita ulas di sini.


Apa itu Jerawat?

Jerawat didefinisikan sebagai benjolan merah, ada atau tanpa adanya nanah di dalamnya. Jerawat biasanya muncul di area wajah, dada dan punggung. Pada dasarnya, penyebab utama jerawat adalah adanya penyumbatan pori-pori. Ketika pori-pori kulit tersumbat, sebum terjebak di dalamnya. Jika seperti itu, kulit rentan terkena bakteri Propionibacterium acnes, yang menyebabkan inflamasi dan timbulnya jerawat.


Tipe dan Jenis Jerawat


Jerawat vulgaris memiliki banyak jenis lesi. Blackhead, whitehead, papules, pustules, nodules/cystic adalah jenis jerawat yang paling umum terjadi di wajah.

Pada dasarnya, jerawat memiliki banyak jenis seperti acne conglobata, acne excoriee, acne rosacea, acne fulminans, acne mechanica, acne medicamentosa, dan beberapa jenis lainnya. Namun, acne vulgaris atau jerawat vulgaris merupakan kasus yang paling sering ditemukan.


Jerawat vulgaris memiliki beberapa tipe lesi yang sudah sering kita jumpai, diantaranya adalah:


1. Komedo (Non-inflamasi) Lesi

Tipe lesi ini biasanya dikenal dengan istilah whitehead dan blackhead.


Whitehead (closed comedones) biasanya muncul berupa benjolan kecil berwarna putih di atas permukaan kulit. Whitehead terjadi ketika minyak dan sel kulit mati memblokir pori yang terbuka. Selain itu, milia, nama kronis dari whitehead, disebabkan oleh sel-sel kulit mati yang terperangkap dalam kantung kecil di permukaan kulit.


Blackhead adalah lesi jerawat komedo yang tidak memiliki peradangan. Blackhead biasanya berbentuk benjolan kecil berisi minyak berlebih dan kulit mati. Jika dibiarkan, blackhead berpotensi menjadi jerawat-jerawat inflamasi.


2. Inflamasi (Non-comedones) Lesi

Tipe lesi jerawat inflamasi biasanya ditandai dengan benjolan bengkak, sedikit panas, kemerahan dan juga rasa sakit dan perih. Papules, pustules, nodules / cysts atau jerawat batu merupakan bagian dari jerawat inflamasi.


Papules adalah tipe benjolan merah kecil tanpa adanya nanah.


Pustules biasanya ditandai oleh nanah dan kemerahan sebagai dasar lesi.


Nodules/Cysts merupakan tipe paling sakit karena ditandai oleh benjolan cukup besar dengan ukuran 5-10 mm di dalam kulit. Jerawat kistik atau dikenal dengan istilah jerawat batu, biasanya berwarna merah meradang, ada atau tanpa nanah di dalamnya. Jerawat batu atau nodul terbentuk dari kemedo dan sebagai respon dari sistem imun lokal dalam memproduksi nanah.


Penyebab Jerawat

jerawat disebabkan oleh beragam faktor. jerwat vulgaris adalah kondisi kulit yang umum terjadi.

Meskipun jerawat merupakan kondisi yang umum, namun, tidak mudah untuk menyatakan penyebab kondisi ini di beberapa individu. Anamnesa dan pemeriksaan lanjut dibutuhkan untuk mengidentifikasi akar dari permasalahannya. Menurut ahli, ada banyak variasi penyebab atau faktor yang memunculkan jerawat; genetik, hormon, aktivitas sebasea, bakteri, iklim hingga psikologis individu.


Genetik

Biasanya, jerawat terbentuk dari satu atau lebih faktor, tetapi genetik menjadi salah satu faktor dominan untuk beberapa kasus. Namun, tidak semua anggota keluarga akan mengalami hal yang sama karena jerawat vulgaris bisa juga melewatkan beberapa generasi.


Hormon

Aktivitas hormonal seperti siklus menstruasi dan masa pubertas bisa jadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Dalam masa pubertas, hormon androgen menyebabkan kelenjar sebasea membesar dan memproduksi minyak berlebih sehingga menimbulkan jerawat.


Aktivitas Sebasea

Ketika aktivitas menjadi lebih aktif daripada biasanya, kelenjar minyak akan berdampak terhadap serangan bakteri P. acnes yang bertanggung jawab atas timbulnya jerawat.


Faktor Pemicu Jerawat

Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat beberapa faktor pemicu munculnya jerawat seperti :

1. Kebersihan

2. Makanan tertentu, seperti makanan manis, dan susu

3. Kosmetik comedogenic

4. Gaya hidup (stress, merokok dan mengonsumsi alkohol)


Perawatan untuk Jerawat

Kita semua setuju bahwa jerawat kerap mengganggu penampilan dan membuat beberapa area tertentu terasa sakit. Maka dari itu, perawatan untuk mengatasi jerawat harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Karena jerawat yang dialami oleh setiap orang memiliki diagnosa yang berbeda, pergi menemui dokter kulit sangat dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Jika Anda pergi ke dokter kulit, ada beberapa opsi yang akan disarankan untuk menghilangkan jerawat seperti :


Perawatan Topikal

Perawatan topikal adalah perawatan yang bisa diaplikasikan di permukaan kulit. Pada perawatan ini, krim berupa anti-inflamasi dan antibiotik akan disarankan untuk mengatasi jerawat sesuai dengan saran dokter.


Perawatan Oral

Tidak hanya dari luar, beberapa kasus jerawat perlu bantuan obat jerawat secara oral (diminum). Anti-inflamasi, antibiotik, dan beberapa jenis obat khusus lainnya akan diberikan untuk mengatasi jerawat. Perlu diingat bahwa pengawasan dari dokter sangat diperlukan untuk perawatan ini.


Modalitas Fisik

Berhubung jerawat adalah masalah kulit kronis, beberapa tipe jerawat parah perlu melakukan perawatan kombinasi guna mendapatkan hasil yang memuaskan. Di IORA Clinic, kami menghadirkan beberapa opsi seperti suntik jerawat, facial, laser treatments dan advanced treatments.


Laser

Perawatan laser terbukti ampuh untuk mengahancurkan bakteri P. acnes dan membantu mengontrol kelenjar minyak. Selain itu, laser bertujuan untuk mengurangi produksi minyak berlebih, dan inflamasi pada jerawat.


Facial

Seperti yang sudah dijelaskan, komedo berperan dalam pertumbuhan jerawat. Jadi, ekstrasi (facial) untuk jenis jerawat tertentu oleh dokter kulit dan ahli sangat direkomendasikan demi mencegah terjadinya break-out di kemudian hari.


Pure Toxin

Pure toxin atau botox membantu untuk menekan produksi minyak berlebih. Perawatan ini juga mampu mencegah serangan bakteri dan penumpukan sel kulit mati.


Kapan Harus ke Dokter?

Perlu diketahui bahwa jerawat memiliki banyak lesi, mulai dari ringan hingga berat. Jerawat ringan mungkin dapat dihilangkan dengan penggunaan krim oles secara rutin, namun, perlu adanya penanganan khusus dari dokter kulit untuk lesi jerawat parah. Terlebih lagi, jerawat merupakan kondisi dengan banyak faktor. Maka dari itu, periksakan diri Anda ke dokter kulit terpecaya jika mengalami jerawat membandel secara terus menerus dan berkepanjangan.