Kenali Pola Kerontokan Rambut pada Wanita


Rambut adalah mahkota yang bisa dipakai setiap hari oleh semua orang, khususnya wanita. Tidak hanya kesehatan kulit, kesehatan rambut juga perlu diperhatikan. Hampir setiap hari, patahan atau helaian rambut sering ditemukan. Oleh karenanya, Anda perlu memperhatikan apakah ada penipisan rambut hingga kebotakan pada bagian tengah kepala? Jika iya, hal ini menjadi tanda Anda mengalami female pattern hair loss atau kerontokan rambut berpola pada wanita.


Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak sampai akhir!



Apa itu kerontokan rambut berpola pada wanita?

Female Pattern Hair Loss (FPHL) adalah bentuk khas dari kerontokan rambut yang terjadi pada wanita yang mengalami alopesia androgenik. Studi memaparkan bahwa FPHL merupakan penyebab umum kerontokan rambut pada wanita. Bagi kebanyakan wanita, FPHL mulai terjadi pada usia paruh baya, ketika seorang wanita berusia 40-an, 50-an, atau 60-an. Meski begitu, kondisi ini juga bisa terjadi lebih awal untuk beberapa wanita.


Terlebih, sudah banyak wanita cenderung terus kehilangan rambut karena kondisi progresif ini. Tidak seperti pria yang akan mengalami botak sepenuhnya, kerontokan berpola pada wanita biasanya terlihat dari rambut di dekat pelipis yang lama kelamaan menjadi tipis. Tanpa pengobatan, penipisan bisa mejadi lebih luas.


Pola kerontokan rambut wanita

Beberapa ahli menggunakan Klasifikasi Ludwig untuk menggambarkan pola kerontokan rambut pada wanita.


Dilihat menurut gambar, Tipe I adalah penipisan minimal yang masih bisa disamarkan dengan hair styling. Tipe II umumnya ditandai dengan penurunan volume dan pelebaran yang cukup signifikan pada bagian garis tengah. Sedangkan Tipe III sudah mengalami penipisan berkala, dengan tampilan tembus pandang di bagian atas kulit kepala.


Penyebab pola kerontokan rambut wanita

Sebelumnya, kami sudah membahas alopesia androgenik, yaitu kebotakan berpola karena kondisi genetik yang disebabkan oleh perubahan level hormon androgen dan kortisol. Karena kerontokan berpola pada wanita juga berhubungan dengan alopesia androgenik, maka, penyebabnya melibatkan hormon androgen, yaitu hormon esensial untuk pertumbuhan rambut. Selain itu, penyebab pola kerontokan ini mungkin diturunkan oleh orang tua atau bersifat genetik. Dari ibu, ayah, atau keduanya bisa mewariskan gen dengan kondisi ini.


Baca juga: Rambut Rontok Hingga Botak? Kenali Alopesia Androgenik


Kapan saya harus ke dokter?

Ketika Anda sudah menyadari bahwa Anda mengalami rambut rontok berkelanjutan hingga terjadi penipisan rambut, ada baiknya Anda segera menemui dokter kulit terdekat. Dermatologis atau dokter kulit mampu mendiagnosis dan mengobati kerontokan rambut. Selain itu, dokter kulit dapat memberi tahu Anda lebih jelas mengenai Female Pattern Hair Loss atau hal-hal yang menyebabkan kerontokan rambut. Lebih lanjut, perawatan yang tepat dapat mencegah kerontokan rambut menjadi semakin buruk dan membantu menumbuhkan kembali rambut yang hilang. Perawatan akan memberikan hasil terbaik ketika ditangani pada tanda pertama. Jadi, semakin cepat Anda memeriksakan diri, semakin baik hasil yang Anda dapatkan. Untuk perawatannya, dokter kemungkinan akan merekomendasikan obat oral dan juga beberapa produk perawatan rambut yang sudah diformulasikan sesuai dengan kebutuhan Anda.



perawatan rambut rontok oleh dokter Edwin Tanihaha di IORA Dermatology Clinic. The treatment of female pattern hair loss by dr.Edwin Tanihaha