5 Jenis Makanan yang Memperburuk Masalah Kulit


"We are what we eat" adalah kutipan yang tepat menggambarkan betapa signifikan makanan terhadap tubuh. Hal ini juga dibuktikan oleh banyak penelitian yang menyatakan apa yang kita konsumsi berdampak pada kesehatan tubuh, termasuk kesehatan dan penampilan kulit.


Sadar atau tidak, terdapat sebagian orang yang langsung mengalami kondisi kulit tertentu setelah sembarangan mengonsumi makanan. Sebut saja jerawat, rosacea, dan masih banyak lagi yang bisa terjadi terus menerus. Simak artikel ini untuk mengetahui jenis makanan apa yang perlu dikurangi dan dihindari.


1. Gula

Makanan manis seperti aneka dessert memang sangat menggoda. Faktanya, beberapa orang mulai atau sudah kecanduan akan makanan yang mengandung banyak gula seperti es krim, coklat, boba, es kopi susu, aneka kue dan cookie. Menurut penelitian, mengonsumsi banyak gula berkontribusi pada masalah kesehatan jangka panjang, termasuk kulit. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian tahun 2018 di China. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang sering mengonsumsi minuman manis cenderung mengalami jerawat sedang hingga parah. Selanjutnya, studi tahun 2019 menyatakan bahwa pertumbuhan faktor-faktor penyebab jerawat seperti insulin, androgen, dan sebum bisa menurun jika kita membatasi atau mengurangi konsumsi makanan mengandung banyak gula.

2. Gorengan

Setelah gula, makanan yang digoreng menjadi daftar selanjutnya yang memperburuk kondisi kulit. Menurut ahli, makanan yang digoreng menghasilkan lemak jenuh yang sepenuhnya teroksidasi dan bisa memperburuk kesehatan tubuh. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng mampu menghambat struktur kulit yang ideal, di mana akan menghasilkan kulit pucat, penuaan dini, dan menyebabkan lebih banyak pertumbuhan jerawat batu. Menurut penelitian yang ada, peradangan kulit bisa disebabkan oleh berlebihnya asam lemak omega-6 dan kurangnya asam lemak omega-3 dalam tubuh.


3. Alkohol

Sudah dipastikan membawa dampak buruk bagi tubuh, alkohol juga memiliki hubungan dengan kesehatan kulit. Garis besarnya, alkohol mampu mendorong kulit mengalami dehidrasi, peradangan, hingga penuaan dini. Banyak dokter kulit mengatakan bahwa alkohol bisa melenyapkan kelembapan dan nutrisi yang dibutuhkan dalam menjaga kulit untuk terlihat glowing, kenyal, dan awet muda. Selain itu, alkohol juga menjadi faktor pendorong terjadinya jerawat, rosacea, kulit nampak kusam, dan juga kerutan.


4. Produk Susu

Meski masih pro dan kontra terkait hubungan susu dan jerawat. Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang mengonsumsi susu jenis apapun, seperti full cream, low fat, soy, dan lainnya memiliki peluang rasio yang lebih tinggi untuk berjerawat dan peradangan dibandingan yang tidak mengonsumsi. Hal ini dikarenakan adanya hormon dan molekul bioaktif yang berpotensi memperburuk jerawat dalam kandungan susu. Studi menjelaskan bahwa susu dapat menstimulasi produksi sebum berlebih dan meningkatkan penumpukan sel kulit pada folikel rambut, yang merupakan salah satu penyebab pertumbuhan jerawat.


5. Sodium

Sama seperti yang lainnya, mengonsumsi sodium (biasanya terdapat dalam makanan asin) berlebihan juga berkaitan dengan kesehatan kulit kita. Faktanya, sodium berlebih mengakibatkan kulit dehidrasi dan terasa kering. Ketika kita makan makanan asin tetapi tidak memenuhi kebutuhan air dalam tubuh, ketidak-seimbangan dalam sistem penyaringan akan menarik keluar pasokan dalam tubuh air tubuh. Akibatnya dari proses ini, kulit akan menjadi lebih kering, pecah-pecah, serta nampak kusam.



Nah, itu dia beberapa daftar jenis makanan yang perlu dibatasi konsumsinya demi menjaga kesehatan kulit serta tubuh. Makanan memang sering kali terlihat menggoda dan menggiurkan, namun, sesuatu yang berlebihan cenderung tidak baik. Jadi, perhatikan apa yang kamu konsumsi ya, dengan begitu kamu bisa melihat dan merasakan perbedaan baik pada kulit! Stay healthy, stay glow!


Pergi ke Dokter

Jika kamu menderita permasalahan kulit yang terjadi untuk waktu yang lama, sudah saatnya kamu pergi memeriksakan diri ke dokter kulit. Selain makanan, dokter akan memeriksa hal-hal lainnya terkait kondisi yang kamu alami dan mampu memberikan pengobatan serta tindakan yang sesuai.