Kenali Perbedaan Jenis Bekas Jerawat dan Perawatannya


Jerawat menjadi salah satu permasalahan kulit yang menyebalkan, tidak hanya ketika jerawat muncul, sesudahnya pun menimbulkan permasalahan baru seperti warna yang tidak merata dan juga bopeng. Biasanya, jerawat aktif hanya berlangsung dalam hitungan hari, namun bekas jerawat bisa tinggal berminggu-minggu, bahkan bisa jadi permanen jika tidak diberi perawatan. Sama seperti perawatan jerawat, perawatan bekas jerawat harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya.


Melalui artikel ini Anda akan mengetahui jenis-jenis bekas jerawat dan cara perawatannya sesuai dengan anjuran dokter kulit.


1. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi merupakan bekas jerawat yang ditandai dengan warna kulit tidak merata, biasanya terjadi paska peradangan jerawat aktif berupa tanda berwarna merah, coklat, atau hitam. Bekas jerawat ini memiliki karakteristik datar, menyatu dengan kulit namun dengan warna yang berbeda. Walaupun dikategorikan bekas jerawat ringan, hiperpigmentasi tidak mudah hilang tanpa perawatan yang tepat.


Perawatan Hiperpigmentasi

Untuk perawatan jenis hiperpigmentasi, dokter kulit akan merekomendasikan krim topikal dengan kandungan tertentu yang efektif untuk meredakan hiperpigmentasi. Selain itu, peeling dan laser juga bisa menjadi pilihan alternatif dalam penyembuhan agresif jenis ini.


2. Tonjolan

Selain hiperpigmentasi, tonjolan atau benjolan berwarna merah juga menjadi salah satu jenis bekas jerawat. Biasanya, tonjolan ini terjadi ketika jerawat aktif dirasa sudah selesai, namun ketika diraba masih terdapat sebuah bejolan di dalam kulit. Tonjolan merah ini menandakan jerawat masih ada, atau belum terselesaikan sepenuhnya.


Perawatan Tonjolan

Berbeda dengan hiperpigmentasi, dalam perawatan mengatasi tonjolan, dokter akan menghilangkan jerawat yang masih berakar di dalam kulit dengan melakukan injeksi jerawat. Setelahnya, dokter akan merekomendasikan krim topikal dan perawatan oral (obat minum).


3. Bopeng (scars)

Tidak hanya meninggalkan bekas radang memerah, jerawat juga bisa meninggalkan bopeng (scars) mulai dari yang ringan hingga parah. Bopeng merupakan jenis bekas jerawat yang sulit untuk dihilangkan karena menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam pada kulit. Kalau tidak diatasi dengan benar, bopeng bisa menjadi permasalahan kulit permanen. Pada dasarnya, bopeng terjadi akibat hilangnya kolagen selama proses penyembuhan jerawat aktif.


Perawatan Bopeng (scars)

Karena kondisi bopeng jauh lebih kompleks, maka melakukan kombinasi terapi mampu membantu memaksimalkan hasil. Maka dari itu, IORA Clinic menghadirkan beberapa jenis perawatan advance untuk menangani permasalahan bekas jerawat jenis bopeng dengan peeling, laser, microneedle radiofrequency, skin booster, hingga filler.



Kapan Harus ke Dokter?

Pada dasarnya, tingkat keparahan bekas jerawat terletak pada perbedaan jenis kulit individu; bagaimana kulit seseorang merespon proses penyembuhan jerawat aktif. Selain itu, tingkat keparahan bekas jerawat dapat dihindari atau diminimalisir dengan menemui dokter kulit ketika bibit-bibit jerawat sudah mulai terasa atau terlihat. Konsultasikan permasalahan bekas jerawat Anda pada dokter kulit sesegera mungkin dan pastikan untuk tidak memencet jerawat dengan tangan yang kotor. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, disarankan untuk melakukan kombinasi terapi dengan konsisten.