4 Mitos Seputar Rambut yang Sering Beredar


Setelah membahas 5 mitos tentang penuaan kulit, kali ini mitos-mitos yang beredar seputar rambut juga perlu diluruskan. Bukan hanya penampilan kulit, rambut juga menjadi pelengkap penampilan keseluruhan. Semua orang pasti mendambakan rambut sehat, tebal, dan berkilau tanpa kusut dan juga bercabang, kan? Oleh karena itu, yuk cari tahu kebenarannya di bawah ini.


#1. Sering memotong rambut membuat rambut tumbuh cepat dan tebal

Mitos pertama seputar rambut yang paling populer di masyarakat adalah "sering memangkas rambut bisa buat rambut tumbuh cepat dan tebal", emang iya? Eits, ternyata ini cuma mitos lho. Faktanya, pertumbuhan rambut terletak pada folikel rambut di kulit kepala. Menurut seorang ahli, pemotongan rambut hanya akan membuat rambut terlihat lebih tebal dan bervolume dan sama sekali tidak berdampak pada pertumbuhan rambut yang cepat atau tebal. Berdasarkan The American Academy of Dermatology, rambut akan tumbuh sekitar 1/2 inci dalam sebulan, namun, seberapa lama rambut akan rontok dan tumbuh tergantung pada siklus perumbuhan rambut individu, yang bisa jadi didasari oleh genetik, umur, jenis rambut, dan kondisi kesehatan lainnya .


#2. Cepat ubanan karena stress

Mitos kedua yang banyak terdengar adalah "banyak pikiran atau stress bikin cepat ubanan". Benar, gak sih? Kondisi ubanan atau rambut berwarna putih sebenarnya ditentukan oleh pigmen yang dikenal sebagai melanin. Melanin juga bertugas untuk memberikan warna mata dan kulit manusia. Faktanya, rambut bisa berubah menjadi abu-abu atau putih ketika melanin individu hampir habis. Artikel yang dirilis oleh Harvard Health Publishing menyatakan bahwa stress tidak menyebabkan ubanan. Namun, stress bisa jadi pendorong rambut rontok tiga kali lebih cepat daripada yang seharusnya.


Ahli mengatakan bahwa warna rambut yang dihasilkan dari folikel sudah diatur oleh melanin individu. Perubahan warna rambut menjadi warna putih bisa terjadi ketika Anda bertambah usia ataupun memiliki genetik ataupun beberapa kondisi tertentu yang membuat uban tumbuh lebih cepat.


#3. Ketombe disebabkan oleh keringnya kulit kepala

Mitos selanjutnya mengatakan bahwa ketombe pasti disebabkan oleh keringnya kulit kelapa. Padahal, beberapa ketombe hadir sebagai tanda peradangan, bukan kulit kepala kering. Kondisi peradangan seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis dapat memicu pengelupasan. Seorang ahli kulit mengatakan penyebab paling umum dari ketombe adalah dermatitis seboroik yang didasari oleh kombinasi peradangan dan pertumbuhan jamur berlebih di kulit kepala Anda. Meski begitu, ketombe juga bisa diperburuk oleh stress, obat-obatan tertentu, dan kondisi kulit lainnya.


Baca juga: Penyebab Tumbuhnya Ketombe di Kulit Kepala



#4. Sering memakai topi bisa bikin rambut rontok

Banyak yang bilang kalau sering memakai topi atau penutup kepala membuat rambut tidak bernafas yang berhujung pada kerontokan rambut. Sebenarnya, rambut rontok adalah hasil dari faktor hormonal dan genetik individu. Kebotakan berpola pada pria atau wanita, biasanya dikenal sebagai alopesia androgenik yang terjadi karena perubahan hormon yang mengakibatkan penyusutan folikel rambut sehingga rambut menjadi lebih tipis dan rentang rontok. Jadi, jangan salahkan topinya ya, karena rambut kita memiliki siklusnya sendiri untuk runtuh dan tumbuh kembali.



Meski rambut terlihat sederhana, bagi sebagian orang, rambut adalah ciri khas yang mampu membuat image individu, lho. Maka dari itu, mulai dari mengetahui fakta tentang rambut bisa membuat Anda lebih aware untuk menjaga kesehatan dan keindahan rambut. Selain itu, jika Anda mengalami permasalahan seperti rambut rontok dan ketombe yang berkepanjangan, ada baiknya Anda mencari pertolongan pertama dari seorang ahli seperti dokter kulit. See you in the next post!